Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta, Tangerang Selatan/Banten, Indonesia
Mahasiswi STP Sahid Jakarta :)

Kamis, 12 September 2013

Tugas Ekonomi Pariwisata_ Chapter 3

1. Terdapat 2 (dua) buah Negara bertetangga yang pertama adalah Negara Astina dan Negara Amarta. Negara Astina memiliki jumlah penduduk 14.500.000 jiwa sedangkan Negara Amarta memiliki jumlah penduduk 9.700.000 jiwa. Penduduk Negara Astina yang melakukan perjalanan wisata minimal 1 (satu) kali berjumlah 1.150.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 2 (dua) kali berjumlah 475.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 3 (tiga) kali berjumlah 185.000. Penduduk Amarta yang melakukan perjalanan wisata minimal 1 (satu) kali berjumlah 675.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 2 (dua) kali berjumlah 355.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 3 (tiga) kali berjumlah 193.000. Adapun yang harus anda analisis adalah negara mana yang menurut anda paling besar kemampuan sebagai negara asal wisatawan, sebutkan alasan-alasan anda dalam menarik kesimpulan yang telah anda berikan ?

2. Sebutkan apa saja sifat-sifat dari kecenderungan perjalanan ?

3. Berikan contoh dari produk jasa kepariwisataan yang berada pada kondisi elastis, elastisitas murni dan tidak elastis. Berikan alasan mengenai apa yang anda sebutkan tersebut ?
 
Jawaban 
1. Diketahui dari negara Astina
Number of Tourist (N)
(orang)
Frequency (F)
Trip (T)
(perjalanan)
1.150.000
1 kali 
1.150.000
475.000
2 kali
950.000
185.000
3 kali
555.000
Total 1.180.000

Total 2.655.000
N = 1.810.000
T = 2.655.000
P = 14.500.000

NTP =   1.810.000 x 100%
                14.500.000
         = 12,48 %

GTP =  2.655.000 x 100 %
                14.500.000
         = 18,31 %

TF = GTP =18,31 %
         NTP   12,48 %
     =  1,46 kali
TF = T = 2.655.000 = 1,46 kali
        N    1.810.000
Diketahui dari negara Amarta
Number of Tourist (N)
(orang)
Frequency (F)
Trip (T)
(perjalanan)
675.000
1 kali 
675.000
355.000
2 kali
710.000
193.000
3 kali
579.000
Total 1.223.000

Total 1.964.000

N = 1.223.000
T = 1.964.000
P = 9.700.000

NTP = 1.223.000 x100 %
           9.700.000
        = 12,60 %

GTP = 1.964.000 x 100 %
           9.700.000
        = 20,24 %

TF = GTP = 20,24%
         NTP   12,60 %
    = 1,6 kali
TF = T = 1.964.000
        N    1.223.000
            =1,6 kali

Negara yang mempunyai kemampuan yang lebih banyak dalam menarik wisatawan adalah Negara Amarta, karena Negara tersebut mempunyai frekuensi perjalanan yang lebih intens dibandingkan Negara Astina serta dapat dilihat dari perbandingan kecenderungan perjalanan kotor dan bersih antara kedua Negara tersebut, walau hanya beda sedikit, tapi bisa dengan mudah untuk di lihat perbedaannya.

2. Sifat-sifat kecenderungan perjalanan
  • Kecenderungan Perjalanan Bersih tidak akan pernah mencapai 100%. Biasanya nilai Kecenderungan Perjalanan Bersih tertinggi hanya akan mencapai antara 70% – 80%. Hal ini terjadi karena tidak selalu semua penduduk dapat melakukan perjalanan wisata walaupun secara materi tidak ada permasalahan.
  • Namun besarnya nilai Kecenderungan Perjalanan Kotor dapat saja mencapai lebih dari 100%. Bahkan tidak jarang terdapat negara-negara yang memiliki nilai Kecenderungan Perjalanan Kotor mencapai di atas 200%.

3. Contoh produk jasa kepariwisataan dalam kondisi elastis :
  • Pada kondisi elastis : Peningkatan harga sewa untuk ball room, tidak akan secara langsung membuat klien yang sering mengadakan meeting di hotel kita untuk langsung pindah ke hotel lain.Karena biasanya untuk biaya meeting sudah dianggarkan oleh perusahaannya.
  • Pada kondisi elastis murni : Peningkatan persentase harga suatu makanan di restoran naik karena kualitas makanan dan minuman yang baik sekitar 10%, maka persentase permintaan terhadap makanan tersebut oleh tamu/konsumen menurun sebesar 10% pula.
  • Pada kondisi tidak elastis : Peningkatan tarif sewa kamar hotel per malam dengan tidak ada penambahan atau perubahan fasilitas (artinya fasilitas tetap sama) maka akan menurunkan tingkat penjualan kamar. Karena tamu akan membayar harga kamar sesuai dengan fasilitas yang dapat diberikan oleh pihak hotel kepada tamu

Jumat, 06 September 2013

Tugas Ekonomi Pariwisata _Chapter 2

1. Buatlah suatu diagram/gambar/Flowchart yang memperlihatkan bagaimana devisa dari sektor pariwisata mengalir masuk dan keluar dari sebuah negara.
Jawaban :
Alur masuk dan keluarnya devisa dari sektor pariwisata di sebuah Negara.
2. Buatkah sebuah diagram/gambar yang memperlihatkan pola pengeluaran wisatawan di suatu daerah tujuan wisata untuk komponen-komponen :
a. Tranportasi
b. Cinderamata
c. Makan dan minum
d. Tour
Jawaban :
Pola pengeluaran wisatawan di suatu tujuan daya tarik wisata
3. Apabila seorang wisatawan mengeluarkan biaya makan dan minum sebesar Rp.5.000,- perhari, sementara ia berada di daerah tujuan wisata tersebut selama 5 hari, sedangkan pengusaha makan dan minum mengeluarkan biaya Rp.3.350,- untuk keperluan lainya, pada tingkat selanjutnya dikeluarkan biaya lanjutan Rp.2.150,- yang mengakibatkan timbulnya pengeluaran ikutan Rp.1.475,- . Berapakah Efek Berganda yang ditimbulkan oleh pengeluaran wisatawan di daerah tujuan wisata tersebut, dari kegiatan makan dan minum tersebut ?
Jawaban :
Diketahui :

  • Seorang wisatawan mengeluarkan biaya makan dan minum sebesar Rp 25.000 (Rp 5.000 x 5 hari)
  • Biaya keperluan lainnya Rp 3.350,-
  • Biaya lanjutan Rp 2.150,-
  • Pengeluaran ikutan Rp 1.475,-
Maka :
A. Metode Koefisien Berganda
        K    =    Y
           E

Jawab
K =  25.000 + 3.350 + 2.150 + 1.475 = 1,279 = 1,3 kali
             25.000
Penjelasan :
Perubahan pendapatan yang terjadi adalah peningkatan sebesar 1,3 kali dari pendapatan sebelumnya karena kegiatan pariwisata mencakup seluruh pendapatan yang telah dikeluarkan, termasuk pula pengeluaran awal wisatawan.

B. Koefisien Efek Berganda Pendapatan Ortodoks
M = DS+IS+Ids
               DS
Keterangan :
DS = Pengeluaran langsung
IS  = Pengeluaran tidak langsung
Ids = Pengeluaran ikutan
Jawab :

M = 3.350 + 2.150 + 1.475
             3.350
    = 6.975 = 2,08 kali
       3.350
C. Efek Berganda Pendapatan Nir Ortodoks (Unorthodox)
        M = DS+IS+Ids
           E
Keterangan :
DS = Pengeluaran langsung
IS  = Pengeluaran tidak langsung
Ids = Pengeluaran ikutan
E    = Pengeluaran awal wisatawan
Jawab :

M = 3.350 + 2.150 + 1.475
    25.000
    = 6.975 = 0,3 kali
       25.000

Kamis, 05 September 2013

Tugas Ekonomi Pariwisata_ Chapter 1

1. Apa saja komponen-komponen Neraca Pembayaran ?
Jawaban :
Komponen neraca pembayaran
a. Neraca barang
Neraca barang dan neraca jasa disebut juga neraca transaksi berjalan (current account). Pos ini merupakan golongan terbesar dalam neraca pembayaran, yang meliputi transaksi barang. Transaksi barang ini meliputi ekspor barang, termasuk barang-barang yang bisa dilihat secara fisik, misalnya minyak, tembakau, tanah, kayu, karet, dan sebagainya. Ekspor barang merupakan transaksi kredit karena transaksi itu menimbulkan hak untuk menerima pembayaran (menyebabkan terjadinya aliran uang atau dana masuk ke dalam negeri). Impor barang meliputi barang-barang konsumsi, barang modal, dan bahan mentah untuk industri. Impor barang-barang merupakan transaksi debet karena menimbulkan kewajiban untuk melakukan pembayaran kepada negara lain (menyebabkan aliran dana atau uang ke luar negeri). Didalam komponen neraca pembayaran terdapat komponen-komponen Neraca Perdagangan yang antara lain adalah neraca perdagangan pada sektor pariwisata yang disebut Neraca wisatawan gunanya untuk mengatur apakah telah seimbang para wisatawan yang masuk dan keluar atau masih tidak seimbang, yang biasanya sangat berpengaruh terhadap keseimbangan Neraca pembayaran di suatu Negara.

b. Neraca jasa
Sesuai dengan namanya, neraca jasa hanya mencatat transaksi-transaksi jasa saja. Neraca jasa meliputi transaksi ekspor dan impor jasa. Ekspor jasa meliputi penjualan jasa angkutan, turisme/pariwisata, asuransi, pendapatan investasi dan modal di luar negeri. Ekspor jasa termasuk transaksi kredit. Impor jasa meliputi pembelian jasa dari penduduk negara lain, termasuk pembayaran bunga, dividen atau keuntungan modal yang ditanam di dalam negeri oleh penduduk negara lain.


c. Neraca modal
Neraca modal adalah neraca yang mencatat transaksi berupa investasi modal dan emas. Neraca modal (capital account) termasuk transaksi modal, terdiri dari transaksi jangka pendek dan transaksi jangka panjang. Serta dipakai untuk mencatat segala penerimaan pembayaran seperti bunga, dividen, upah tenaga kerja asing dan hadiah tambahan.

d. Lalu lintas moneter
Transaksi lalu lintas moneter adalah semua transaksi jual beli yang terjadi dari suatu negara ke luar negeri. Transaksi ini sering disebut accommodating transaction sebab merupakan transaksi yang timbul sebagai akibat dari adanya transaksi lain. Transaksi lain itu sering disebut dengan autonomous, karena timbul dengan sendirinya, tanpa dipengaruhi transaksi lain. Termasuk dalam transaksi autonomous adalah transaksi-transaksi yang sedang berjalan dan transaksi kapital serta transaksi satu arah.

e. Surplus dan Defisit Neraca Pembayaran
Neraca perdagangan dikatakan surplus bila nilai ekspor barang lebih besar dari pada impornya. Kebijakan neraca pembayaran ditujukan untuk lebih meningkatkan penerimaan devisa dari ekspor guna memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Kebijakan tersebut ditujukan pula untuk menghemat devisa melalui substitusi impor dan memanfaatkan sumber-sumber dana dari luar negeri, baik berupa pinjaman maupun penanaman modal asing, serta menunjang perluasan kesempatan kerja dan pemerataan pembangunan.

2. Sebutkan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kegiatan pariwisata terhadap Neraca Pembayaran suatu negara ?
Jawaban:

  • Pariwisata menurunkan deficit yang dialami Negara
  • Pariwisata menurunkan surplus pembayaran Negara
  • Pariwisata menambah jumlah surplus neraca pembayaran Negara
  • Pariwisata menambah defisit yang dialami Negara


3. Apa saran anda mengenai tindakan yang perlu diambil untuk mengurangi defisit Neraca Wisatawan ?Jawaban :

  • Untuk mengurangi defisit Neraca Wisatawan adalah dengan cara mengurangi dan menahan para wisatawan domestic agar tidak berwisata atau melakukan perjalan ke luar negeri, mulai melakukan promosi-promosi objek daya tarik wisata dalam negeri guna memikat para wisatawan dalam negeri lalu ketika objek-objek daya tarik wisata telah dipugar dan di buat semenarik mungkin, para turis asing pastilah lebih banyak datang ke dalam negeri sehingga dapat menaikan devisa Negara
  • Dapat pula dilakukan dengan cara menaikan biaya fiscal (pajak kekayaan bagi warga Negara yang akan pergi ke luar negeri) sebesar 6 kali lipat dari fiscal sebelumnya atau melakukan pembatasan jumlah wisatawan warga Negara dengan menggunakan exit tax sebesar US$ 100 bagi setiap orang yang akan berwisata ke luar negeri.


4. Carilah masing-masing sebuah contoh dari Neraca Pembayaran dan atau Neraca Wisatawan, lalu         buatlah pendapat atas neraca-neraca tersebut ?
Jawaban :
Contoh neraca pembayaran :


Pendapat saya yaitu pada neraca pembayaran diatas sangat berguna untuk mempermudah pemerintah untuk melihat sejauh mana keberhasilan target dan dapat di jadikan tolak ukur untuk di masa yang akan datang.
Contoh neraca wisatawan :


Pada neraca wisatawan dapat dilihat banyaknya para wisatawan yang berkunjung di suatu daerah atau Negara yang berbeda. Sehingga daerah atau Negara yang lainnya dapat membandingkan dan berlomba untuk meningkatkan jumlah wisatawan asing yang datang di Negara nya masing-masing sehingga tercapainya tujuan yang diharapkan.

Rabu, 04 April 2012

TUGAS TEKNIK SUPERVISI KEDISIPLINAN


TUGAS TEKNIK SUPERVISI

Soal :
1.    Bagaimana tahap – tahap mendisiplinkan karyawan ?
2.   Kenapa kedisiplinan karyawan merupakan salah satu faktur untuk mencapai keberhasilan organisasi ?
3.   Sebutkan contoh kedisiplinan dalam organisasi, jelaskan !

Jawaban :

1.    Tahap mendisiplinkan karyawan tergolong menjadi 2, yaitu :
Disiplin Preventiv : Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendorong para karyawan agar mengikuti berbagai standart dan aturan, sehingga penyelewengan dapat dicegah. Sasaran pokoknya adalah untuk mendorong disiplin dini antara para karyawan, dengan cara ini para karyawan menjaga disiplin diri bukan semata-mata karena dipaksa management. Management mempunyai tanggung jawab untuk menciptakan suatu iklim disiplin preventive dimana berbagai standard diketahui dan dipahami. Mereka biasanya juga perlu mengetahui alas an yang melatar belakangi suatu standard agar mereka dapat memahaminya.
Disiplin Korektif : Kegiatan yag diambil untuk menangani pelaggaran terhadap aturan dan mencoba untuk menghindari pelanggaran lebih lanjut. Kegiatan Korektif sering berupa suatu bentuk hukuman dan disebut tindakan pendisiplinan, sebagai contoh : tindakan pendisiplinan bisa berupa peringatan atau skorsing. Maksud pendisiplinan adalah untuk memperbaiki kegiatan diwaktu yang akan datang bukan menghukum kegiatan dimasa lalu. Berbagai tindakan pendisiplinan yaitu :
a.   Teguran secara lisan oleh penyelia
b.   Teguran tertulis dengan catatan dalam file personalia.
c.   Skorsing dari pekerjaan selama satu sampai tiga hari
d.   Skorsing selama satu minggu atau lebih
e.   Diturunkan pangkatnya
f.   Dipecat

2.   Karena kedisiplinan karyawan merupakan salah satu kunci tercipatanya keteraturan dalam berorganisasi, jika karyawan yang tidak mengikuti peraturan yang ada adalah ketidakteraturan didalam organisas tersebut akibatnya karyawan akan cenderung mementingkan urusan pribadi dari pada urusan organisasi . Manfaatnya pekerjaan akan lebih cepat selesai dan suasa kerja lebih teratur
3.        
a.   Kehadiran tepat waktu
Ketika kita datang ketempat kerja haruslah tepat waktu jangan sampai terlambat, usahakan datang ketempat kerja 15 menit sebelum pekerjaan dimulai jika lokasi tempat kerja jauh dari rumah atur waktu lamanya kita sampai ketempat kerja. Lalu pada saat pulang kerja pun harus sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan, jangan sampai mengurangi lamanya kita bekerja
b.   Memakai seragam atau baju kerja sesuai dengan SOP
Menggunakan seragam atau pakain yang telah ditentukan dengan rapi dan benar jangan menggunakan baju yang berbeda dengan teman sekerja kita, karena itu membuat perbedaan yang tidak baik. Jadi taatilah SOP yang telah ditentukan.
c.   Menggunakan tanda pengenal
Kita sebagai pekerja harus menggunakan tanda pengenal untuk memudahkan kita dalam berkomunikasi denga customers maupun rekan sekerja, dan menjadi identitas diri selama bekerja.
d.   Melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan
Sebagai karyawan yang baik, selalu melaksanak tugas yang diberikan dari atasan sesuai dengan waktu yang diberikan serta tidak menunda pekerjaan agar pekerjaan tidak menumpuk dikemudian hari.

Rabu, 14 Desember 2011

Jawaban Kuliah Online “Leadership”

1.     Kepemimpinan dalam semua hal sangat diperlukan, guna mencapai suatu tujuan tertentu. Tujuan tersebut tidak akan berjalan lancar jika tidak ada yang mengawasi, memberi instruksi dan mengatur kerjasama yang baik dengan bawahannya, karena itulah system kepemimpinan yang baik di butuhkan. Namun sebuah kepemimpinan juga tidak serta merta hanya memberi aturan ataupun tugas pada bawahannya tanpa ada pendekatan yang terarah untuk para bawahannya. Pendekatan – pendekatan yang dapat dilakukan antara lain
a)     Pendekatan kesifatan
Pendekatan yang dilakukan dengan cara mengkombinasikan sifat – sifat pribadi nya dengan para bawahan guna dapat mengerti apa yang diinginkan pimpinan dan apa yang diinginkan bawahannya.
b)     Pendekatan Perilaku – Perilaku (Behaviors)
Pendekatan yang berasal dari pribadi masing – masing dapat mempengaruhi bagaimana ia melaksanakan tugasnya sebagai pimpinan dengan bawahannya.
c)     Pandangan Situasional (Contingency)
Pandangan ini menganggap jika kondisi yang menentukan efektiv atau tidaknya sebuah kepemimpinan bervariasi dengan situasi tugas yang dilakukan, keterampilan dan pengharapan bawahan, lingkungan organisasi dan sebagainya.
Kepemimpinan tidak hanya pendekatan seperti yang sudah di jelaskan diatas namun kerjasama yang baik dari pimpinan dan bawahannya dapat mencapai tujuan yang sama. Intinya seorang pimpinan boleh menggunakan system kepemimpinan sesuai dengan keinginan mereka, yang terpenting adalah agar para bawahannya (karyawan) merasa senang menjalankan pekerjaan mereka sehingga keberhasilan tujuan dapat tercapai sesuai dengan keinginan.

Leadership in all things is necessary, in order to achieve a certain goal. These objectives will not run smoothly if no one is watching, giving instructions and set up good cooperation with subordinates, because that system in need of good leadership. But the leadership is not necessarily just give rules or tasks on subordinates without a directed approach to their subordinates. approaches that can be done include:
  1. Approach the nature
The approach taken by combining the personal nature of his subordinates in order to be able to understand what the leadership wants and what they want subordinates.
    2. Behavioral approach
Approach from a private individual can influence how it is performing its duties as a leader with subordinates.
         3. Situational outlook (Contingency)
This view considers if the conditions that determine whether or not an Effective leadership varies with the situation of the tasks performed, the skills and expectations of subordinates, environmental organizations and so on.

Leadership is not only the approach, as already explained above but the good cooperation of the leaders and subordinates can accomplish the same goal. The point of a leader may use the system in accordance with the wishes of their leadership, the important thing is that the subordinates (employees) feel good about their jobs so that the success of the objectives can be achieved in accordance with the wishes.
 
2.     Kepemimpinan adalah sebuah system mempengaruhi sesuatu yang baik dengan cara mengarahkan, mengawasi dan memberikan motivasi untuk bawahannya guna mencapai keberhasilan yang diinginkan bersama.
 
Leadership is something that affects a system either by means of direct, supervise and provide motivation for subordinates to achieve the desired success together.
 
3.      TUGAS PEMIMPIN       
             
a.     Yang berkaitan dengan pekerjaan
  • Cepat mengambil inisiatif dalam setiap pekerjaan yang ia miliki. 
  • Memberi arahan untuk setiap anggota 
  • Memberikan informasi tentang pekerjaan atau tentang organisasi untuk anggotanya.
  • Memberikan dukungan dan motivasi agar anggota lebih bersemangat dan giat bekerja  
  • Memberi pemikiran dan ide terbaru guna memajukan organisasi yang dipimpinnya. 
  • Mengambil suatu kesimpulan tentang apa yang telah dilakukan dan mengulas apa saja kekurangan dari sistem kerja guna memperbaikinya di esok hari.
 
b.     Yang berkaitan dengan kekompakan anggota
  • Mendorong motivasi kerja yang dimiliki anggota, bersahabat dengan karyawan jangan merasa sombong atau berkuasa tetapi tidak menghilangkan sikap kewibawaan kita sebagai pimpinan, bersikap menerima sifat yang dimiliki oleh anggota kita jika terjadi kesalahan pada karyawan tersebut maka tugas kita memperbaiki dan tetap memberi dukungan moril padanya. 
  • Bersikap mendamaikan pedebatan dan masalah yang terjadi pada saat bekerja 
  • Apabila anggota memberikan pendapat tetapi menurut kita salah, adalah kewajiban kita untuk meluruskan pendapat yang salah. 
  • Memperlancar pelaksanaan tugas dan tanggung jawab seluruh anggota 
  • Memberikan peraturan atau tata tertib yang harus di jalankan oleh seluruh anggota 
  TASKLEADER 
  • a. Related to the job
·        Quickly take the initiative in every job he has.
·        Provide direction for each of the members
·         Provide information about work or about the organization to its members
·         Provide support and motivation so that members are more enthusiastic and energetic work
·         Giving the latest thinking and ideas to advance the organization he leads.
·         Taking a conclusion about what has been done and to review any shortage of work systems in order to fix it in the next day.
  •      b. Related to the compactnessof members
·        Encourage members work motivation owned, friendly with the members do not feel arrogant or power but does not eliminate the attitude of our authority as a leader, being receptive to the nature owned by our members in the event of an error on the members is then our duty to repair and keep giving him moral support.
·        Be reconcile the debates and problems that occur when working
·        If members give an opinion but we think is wrong, it is our duty to rectify a wrong opinion.
·      Facilitates the implementation of the duties and responsibilities of all members
·        Provide regulation or order that should be run by all members

4.     Gaya kepemimpinan adalah sekumpulan ciri yang digunakan pimpinan untuk mempengaruhi bawahan agar sasaran organisasi tercapai atau dapat pula dikatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola perilaku dan strategi yang disukai dan sering digunakan oleh seorang pemimpin dan dengan kata lain cara mengatur sistem kerja untuk para bawahan kita agar suasana dalam bekerja lebih nyaman, tertib dan penuh dengan semangat agar target atau tujuan kita dalam suatu pekerjaan dapat berjalan lancar.Gaya kepemimpinan yang saya gunakan adalah sistem yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi di saat operasional.
 
Leadership style is a set of leadership traits that are used to influence subordinates to achieve organizational goals or it can be said that leadership style is a pattern of behaviors and strategies are preferred and often used by a leader and in other words how to set up a working system for our subordinates so that the atmosphere in work more comfortable, orderly and full of passion or purpose in order to target us in a job can go smoothly.Leadership style that I use is a system that suits the situation and conditions prevailing at the time operations.